PUSTAKA DIGITAL TEBAR ILMU PENGETAHUAN, SEMOGA BERMANFAAT
Sekali Memberi Kebaikan,Maka akan Kembali 10 Kebaikan

Minggu, 19 November 2023

Pendalaman Materi

 

Pendalaman Materi

Pada mata kuliah Pendalaman Materi, mahasiswa menempuh mata kuliah dengan aktivitas analisis materi pembelajaran berbasis masalah,  literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. 

Dalam melaksanakan aktivitas pendalaman materi, Mahasiswa merujuk pada bahan kajian berikut:

Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya;
Pembelajaran Sosial Emosional; 
Prinsip Pembelajaran dan Asesmen; dan
Bahan kajian lainnya yang telah tersedia di Platform Merdeka Mengajar dan direkomendasikan oleh Dosen pengampu jika diperlukan.

Catatan: bahan kajian disesuaikan dengan bidangnya

Aktivitas pembelajaran pada Pendalaman Materi dilakukan secara daring dengan beban belajar 5 (lima) sks. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui tiga langkah, yaitu: 

Langkah 1: Identifikasi masalah; 
Langkah 2: Eksplorasi penyebab masalah; dan
Langkah 3: Penentuan penyebab masalah.


Langkah identifikasi masalah merupakan upaya untuk menemukenali permasalahan yang dihadapi dalam tugas keseharian guru, meliputi: pengelolaan lingkungan sosial emosional belajar siswa, membangun relasi dengan siswa, melakukan disiplin positif, pemberian feedback, metode pembelajaran, masalah motivasi, materi HOTS, literasi numerasi, miskonsepsi, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, asesmen, interaksi dengan orang tua siswa, menggunakan model-model pembelajaran inovatif, dan masalah pembelajaran lainnya. 

Langkah eksplorasi penyebab masalah merupakan upaya untuk menggali penyebab masalah yang telah diidentifikasi pada Langkah 1 (satu). Mahasiswa dapat melakukan riset dengan melakukan kajian literatur, wawancara guru/kepala sekolah/ pengawas sekolah/rekan sejawat di sekolah, wawancara pakar dan pihak terkait lainnya dengan bimbingan/arahan Dosen dan Guru Pamong.

Langkah penentuan penyebab masalah dilakukan dengan cara menentukan akar penyebab masalah yang paling mendekati terhadap konteks yang dihadapi guru di kelas/sekolahnya, dan menjelaskan alasannya. Dalam melakukan penentuan penyebab masalah tersebut, mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen, Instruktur, dan Guru Pamong. Mahasiswa mempresentasikan akar penyebab masalah yang dipilih, disertai dengan penjelasan tentang kajian/analisis penentuan penyebab masalah tersebut. Pada bagian akhir kegiatan, Mahasiswa wajib menentukan 1 (satu) masalah serta akar penyebabnya yang paling sesuai dengan tugas keseharian guru.


Siklus 1

 


Siklus 1
Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus 1 terdiri atas sembilan (9) langkah seperti diilustrasikan pada Gambar 1. Alur Pelaksanaan Pembelajaran PPG Dalam Jabatan Siklus 1.


Siklus 1 dilaksanakan selama  27 hari dari hari ke-1 s.d. 27, dimana  9 langkah pembelajaran dibagi ke dalam tiga MK yaitu Pendalaman Materi (hari ke-1 s.d. Hari ke-6), Pengembangan Perangkat Pembelajaran (hari ke-7 s.d hari ke-13), dan Praktik Pengalaman Lapangan (hari ke-14 s.d hari ke-27)
Pada siklus ini, Saudara dapat melakukan Praktik Pengalaman Lapangan untuk perangkat pembelajaran/layanan yang telah disusun setelah lulus uji komprehensif dengan nilai paling rendah 70.

Kamis, 16 November 2023

Menulis soal sesuai dengan kaidah penulisan soal

 



Untuk memastikan kualitas soal untuk menjaga validitas soal, soal perlu memenuhi kaidah penulisan dari aspek konstruksi, substansi dan bahasa.

a) Konstruksi

● pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas
● menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban.
● ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
● setiap soal harus ada pedoman penskorannya.
● kondisi/stimulus soal berupa; teks, gambar, skenario, tabel, grafik,
wacana, dialog, video, atau kasus/masalah., atau yang sejenisnya
disajikan dengan jelas, terbaca, dan berfungsi.

b) Substansi

● soal harus sesuai dengan indikator.
● setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan.
● materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan pengukuran, tp dan kktp
● materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau
tingkat fase.

c) Bahasa yang digunakan

● rumusan kalimat soal harus komunikatif.
● menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar (baku).
● tidak menimbulkan penafsiran ganda.
● tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
● tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta
didik,suku, ras, dan agama..
● menggunakan bahasa yang komunikatif.
● kalimat soal tidak menyalin/menjiplak persis suatu teks bacaan,




Peta Kemampuan

 


awal dan karakteristik peserta didik selanjutnya digunakan guru untuk mengembangkan rancangan pembelajaran dan asesmen secara tepat.

a. Asesmen Awal Kognitif

1) Deskripsi asesmen awal

Menurut Depdiknas (2007: 3) istilah diagnostik merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi gejala-gejala yang ditimbulkan. Dalam pembelajaran istilah diagnostik dapat dilakukan dalam sebuah tes. Asesmen awal pembelajaran melingkupi konsep yang luas meliputi identifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam pembelajaran.

2) Tujuan asesmen awal

Tujuan asesmen awal adalah membantu kesulitan atau mengatasi hambatan yang dialami peserta didik waktu mengikuti kegiatan pembelajaran. Aspek-aspek yang dinilai yaitu hasil belajar yang diperoleh peserta didik, latar belakang kehidupannya, serta semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran.

3) Fungsi asesmen awal

Fungsi asesmen awal adalah untuk mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik. Asesmen awal dirancang untuk mengetahui kemampuan awal dan karakteristik peserta didik, sehingga

desain perangkat asesmen awal harus sesuai dengan format dan respon asesmen awal yang diharapkan. Bentuk perangkat asesmen awal sebaiknya berupa supply response (bentuk uraian atau jawaban singkat),sehingga mampu menangkap informasi secara lengkap. Jika terdapat alasan tertentu sehingga menggunakan bentuk selected response (misalnya bentuk pilihan ganda), harus disertakan penjelasan mengapa memilih jawaban tertentu, sehingga dapat meminimalisir jawaban tebakan, sehingga dapat ditentukan tipe kesalahan atau masalahnya.

4) Pelaksanaan asesmen awal

Asesmen awal dapat dilakukan pada waktu tertentu, seperti awal tahun ajaran, awal semester atau awal pembelajaran. Pertimbanganpenetapan waktu dimaksudkan agar informasi yang diperoleh dari

asesmen awal dapat digunakan guru sebagai acuan dalam mengembangakan rancangan pembelajaran dan asesmen yang tepat sesuai dengan kemampuan awal dan karakteristik peserta didik.

5) Metode asesmen awal

Untuk mendapatkan informasi yang objektif dan kredibel, metode asesmen awal yang dapat digunakan, antara lain:

a) Metode tanya jawab

Metode tanya jawab akan dengan mudah mengetahui sampai sejauh mana peserta didik memiliki kompetensi terkait kompetensi yang akan dipelajari atau kompetensi yang menjadi prasyarat. Metode tanya jawab juga dapat mengeksplorasi kompetensi peserta didik terkait materi yang dipelajari, serta cukup efektif dalam mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran yang akan dipelajari.

b) Test tertulis

Melalui tes tertulis dapat mengetahui sejauh mana tingkat kedalaman dan keluasan kemampuan awal peserta didik. Tes tertulis dapat dalam bentuk pertanyaan yang memuat seluruh jenis materi dan level

proses kognitif. Dengan cakupan materi seperti ini, diharapkan hasilasesmen dapat merepresentasikan kemampuan peserta didik.

Selasa, 14 November 2023

Mechanical Seal Repair Service and Failure Analysis Process

 


Step 1: Cleaning

Cleaning is a crucial step in repairing mechanical seals, as any debris or contamination can cause the seal to fail prematurely. To clean the seal faces, you can use a lint-free cloth or paper towel and a mild solvent such as isopropyl alcohol or acetone. Be sure to avoid using  Sand blasting is sometimes required to determine the state of mechanical seal components.

Step 2: Design

After cleaning the seal faces, you can proceed to replace any damaged or worn components. This may involve replacing the seal faces, O-rings, gaskets, springs, or bellows. Be sure to use high-quality replacement parts that are compatible with the pump or rotating equipment.

The maintenance engineering team creates drawings of replacement parts and confirms the budget. Once you accept the quote, the engineering team begins making the replacement parts.

Step 3: Polishing and Lapping

Polishing is the process of using abrasives to remove surface imperfections and create a smoother surface finish. This can be done by hand or with a machine. The goal of polishing is to reduce surface roughness, which can cause leakage or premature wear of the seal faces. Polishing is typically done with diamond paste or other specialized abrasives.

Lapping is a similar process, but it typically involves a finer abrasive and a more controlled process. Lapping is often done after polishing to achieve an even smoother surface finish. In lapping, the two surfaces are rubbed together with a fine abrasive slurry, which removes any remaining surface imperfections and creates a highly polished surface.

Both polishing and lapping can significantly improve the performance of mechanical seals by reducing surface roughness and improving the contact between the two sealing surfaces. Proper polishing and lapping techniques can help  and reduce the risk of leakage.

Step 4: Assembly And Testing

Assemble mechanical seal and perform static and dynamic tests. When the mechanical seal passes the test, it will be delivered to any location that you request.

Can the Mechanical Seal be rebuilt?

Yes, mechanical seals can be rebuilt. In fact, rebuilding mechanical seals is a common practice in industries that rely heavily on mechanical seals such as the chemical, mining, and oil and gas industries.

The process of rebuilding mechanical seals involves taking apart the seal, cleaning and inspecting the parts for damage, and replacing any damaged or worn-out components. The seal is then reassembled with new parts and reinstalled onto the equipment. Rebuilding mechanical seals is a cost-effective alternative to purchasing new seals and ensures the continued reliability and performance of equipment.

 

Written by : Sarwaidi.ST.MT